KETENTUAN PEMBELIAN KREDIT

Layanan pembelian kredit saat ini baru meliputi wilayah kabupaten Pati, Kudus, Demak dan sekitarnya. Diluar wilayah tersebut kami hanya melayani pembelian tunai, informasi selengkapnya silahkan baca pada laman: Ketentuan Pembelian Tunai.

PENGAJUAN KREDIT

  • Perusahaan berhak menyetujui atau menolak pengajuan kredit tanpa harus memberitahukan alasannya dan tidak dapat di ganggu gugat.
  • Dalam pengajuan kredit wajib mencantumkan nomor telepon PEMBELI yang bisa dihubungi, Peta lokasi yang jelas sebagai petunjuk arah, dan syarat pengajuan kredit. Syarat pengajuan kredit adalah fotokopi KTP suami-istri bagi yang sudah berkeluarga, dan menyertakan fotokopi orangtua (sebagai penanggung jawab) bagi yang belum menikah.
  • Maksimal pengambilan barang adalah 2 (dua) produk untuk angsuran dibawah Rp. 100.000,- perbulan, dan 1 (satu) produk saja bila angsurannya diatas Rp. 100.000,- perbulan.
  • Untuk kredit dengan nilai angsuran diatas Rp. 500.000,- perbulan, disarankan untuk menaikan Uang Muka (DP). Keuntungan lain dengan menaikan Uang Muka (DP) ini adalah besaran angsuran perbulan dan total keseluruhan harga kredit bisa berkurang, sehingga lebih hemat.

HARGA, UANG MUKA & ANGSURAN

PENJUAL menerapkan cara pembayaran dengan syarat dan ketentuan yang juga harus disepakati PEMBELI yaitu :

  • Untuk kredit tanpa Uang Muka (DP), maka saat barang datang, PEMBELI langsung melakukan pembayaran angsuran pertama, dan bulan berikutnya adalah pembayaran angsuran kedua, begitu seterusnya hingga angsuran lunas.
  • Untuk kredit dengan Uang Muka (DP), maka saat barang datang, PEMBELI hanya melakukan pembayaran Uang Muka (DP), dan bulan berikutnya baru melakukan pembayaran angsuran pertama, begitu seterusnya hingga angsuran lunas.
  • Pembayaran uang muka atau angsuran pertama dibayarkan PEMBELI setelah barang datang.
  • Angsuran yang harus dibayar per bulan akan ditarik setiap tanggal jatuh tempo, yaitu sesuai tanggal pos tagihan yang telah ditentukan PENJUAL.
  • Harga yang disepakati dalam perjanjian mengikat dari awal kesepakatan sampai akhir (pelunasan) sebagai satu harga. Tidak ada potongan harga atau korting pada akhir angsuran. Terkecuali pelunasan sebelum masuk jatuh tempo kredit, dimana potongan perbulan untuk pelunasan sebelum jatuh tempo adalah sebesar 3% perbulan.

PENYERAHAN BARANG

  • Barang diserahkan kepada PEMBELI setelah uang muka atau angsuran pertama diterima pihak PENJUAL .
  • Pihak PEMBELI dan pihak yang menjadi penanggung jawab, memiliki kewajiban yang sama atas transaksi kredit yang dilakukan.
  • Apabila ada unsur tindak pidana dalam pengambilan kredit, seperti pemalsuan data atau mengatasnamakan dengan tipu muslihat sehingga terjadi penyerahan barang secara kredit, dan atau setelahnya menjual atau melakukan pemindahtanganan barang yang masih dalam masa kredit tanpa sepengetahuan pihak PENJUAL, maka PENJUAL berhak langsung menarik sementara waktu barang tersebut, dan atau dapat diproses sesuai pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dan penipuan.

Pasal 372 KUH Pidana:

Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.”

Pasal 378 KUH Pidana:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara 4 (empat) tahun.”

Pasal 1365 KUH Perdata:

Tiap perbuatan melanggar/melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang karena kesalahannya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut.

Pasal 1367 KUH Perdata:

“seseorang tidak saja bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri tetapi juga untuk perbuatan orang – orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan oleh barang yang berada dibawah pengawasannya”

STATUS KEPEMILIKAN

  • Status kepemilikan barang masih tetap berada ditangan PENJUAL sampai angsuran yang disepakati PEMBELI telah dilunasi.
  • Status kepemilikan akan beralih kepada PEMBELI jika PENJUAL telah menerima pembayaran pelunasan.
  • Barang yang masih dalam masa kredit tidak boleh dipindahtangankan dan atau di jual kembali kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pihak PENJUAL apapun alasannya.

SANKSI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN

  • Apabila angsuran tidak terbayarkan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau belum melakukan pembayaran secara genap setelah melebihi batas jatuh tempo yang telah disepakati bersama, maka PENJUAL berhak menarik sementara waktu barang yang dikredit oleh pembeli sampai tunggakan angsuran terbayarkan secara genap.
  • Bila dalam proses penarikan, barang yang telah dikredit oleh PEMBELI sudah tidak diketemukan, maka PENJUAL (diberi hak kuasa oleh PEMBELI berdasarkan perjanjian awal) untuk mendapat ganti rugi atau jaminan berupa barang lain yang dimiliki PEMBELI senilai hutang yang masih tersisa.
  • Bila PEMBELI menginginkan barang yang telah ditarik sementara oleh pihak PENJUAL, maka PEMBELI harus melunasi angsuran sampai lunas.
  • Dalam proses penarikan barang sementara ini, PENJUAL dan PEMBELI telah bersepakat atas dasar perjanjian yang telah dibuat dan disepakati bersama, dan atas dasar status kepemilikan barang yang masih berada di tangan PENJUAL hingga nilai kredit dinyatakan lunas.

Pasal 1338 KUH Perdata:

“Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya

Pasal 1131 KUH Perdata:

“Segala kebendaan si berutang, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, baik yang sudah ada, maupun yang baru akan ada di kemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan”

Pasal 1132 KUH Perdata:

“Kebendaan tersebut menjadi jaminan bersama-sama bagi semua orang yang mengutangkan padanya, pendapatan penjualan benda-benda itu dibagi-bagi menurut keseimbanganya itu menurut besar kecilnya piutang masing-masing, kecuali apabila di antara para berpiutang itu ada alasan-alasan yang sah untuk didahulukan”.

Pasal 1239 KUH Perdata:

“Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga.”

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

  • Selama dalam pemakaian dan penjagannya PEMBELI bertanggungjawab penuh atas barang yang telah dikredit.
  • Apabila terjadi kerusakan, bila masih dalam masa garansi maka itu adalah tanggung jawab PENJUAL (syarat dan ketentuan garansi berlaku). Bila sudah tidak garansi, terjadi kerusakan, maka itu menjadi tanggung jawab PEMBELI.
  • Apabila terjadi kehilangan, PEMBELI tetap harus membayar angsurannya.
  • Barang yang sudah dibeli dan sudah dipergunakan tidak bisa ditukar atau dikembalikan, apapun alasannya.

Pasal 1366 KUH Perdata:

“Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya tetapi juga kerugian yang diakibatkan kelalaian atau kurang hati-hati.”

PENYELESAIAN MASALAH

  • Hal-hal yang belum tercamtum dalam perjanjian apabila terjadi perselisihan, maka akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun apabila tetap terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur hukum / peradilan.

Dengan manjadi konsumen kami, berarti Anda sepakat dengan segala bentuk perjanjian, ketententuan dan peraturan yang berlaku pada perusahaan kami

Ketentuan Pengguna Situs . Ketentuan Beli Kredit . Ketentuan Beli Cash . Ketentuan Garansi . Lowongan Kerja . Download Katalog